Jl. Letjen S Parman 35 Yogyakarta -  Telp : 0274- 373427 -  WhatsApp : 082137955032;081333911533 - Pin BBM : 5A21C2F7 -Email : hadisukirno@gmail.com

Artikel Terbaru
Artikel Populer
Kategori Artikel
Wayang Kulit Solo
Wayang Kulit Jogja
Wayang Golek
Wayang Klithik
Souvenir Kulit
Souvenir Kayu
Souvenir Keramik
Souvenir Logam
Souvenir Kain
Handicraft
Souvenir Custom
Souvenir Fiber
Accesories
Souvenir Gelas
Souvenir Anyaman
Gamelan
Alat Musik Tradisional
Pakaian Adat - Tari
Koleksi Hadisukirno
 
 

Jenis-Jenis Gamelan

Gamelan adalah seperangkat orkes musik Jawa, Bali dan Sunda. Gamelan Jawa terdiri dari instrument : kendang gending,kendang ketipung,kendang ciblon, gender barung, saron penerus, ketuk kempyang,kenong,kempul,gong, gambang gangsa dan kecer, gambang, suling, siter, kemana, cemplung,bonang penembung, demung, slentem dan rebab.

Di Bali, gamelan disebut gambelan, sedang di Banjar, Kalimantan, gamelan disebut gemalan.

Bagi masyarakat suku Jawa, gamelan juga disebut gangsa, karena dulu umumnya gamelan terbuat dari perunggu, yang dalam Bahasa Jawa, perunggu disebut gangsa. Selain itu gamelan juga disebut pradangga, yang merupakan pengembangan dari bahasa Sansekerta.

Gamelan Jawa menurut bahannya ada yang terbuat dari tembaga dan rejasa (timah putih) dengan perbandingan tembaga 10 rajasa 3 sehingga disebut gangsa (gamelan) dari kata tiga dan sedasa (sepuluh). Gamelan ini disebut gamelan perunggu. Selain dari tembaga dan timah putih,  ada juga yang dibuat dari bahan besi dan dari kuningan.

Gamelan merupakan unsur penting dalam dunia pewayangan. Sebagai pengiring pagelaran, diperkirakan gamelan sudah disertakan sejak awal penciptaaan seni wayang, walaupun perangkat gamelan itu masih sederhana. Selain merupakan perangkat pengiring pergelaran wayang, gamelan juga dimanfaatkan pada berbagai seni lain, termasuk seni suara, tari dan karawitan.

Di Surakarta ada beberapa jenis gamelan menurut fungsinya yaitu :

  • Gamelan Gedhe

Terdiri dari ricikan yang lengkap laras slendro dan laras pelog. Gamelan gedhe ini untuk keperluan konser karawaitan atau uyon-uyon.

  • Gamelan Wayangan

Yaitu seperangkat gamelan yang berlaras slendro untuk mengiringi pertunjukkan wayang kulit purwa. Di lingkungan Keraton Surakarta gamelan wayang terdiri dari ricikan : kendang, gender barung, gender penerus, slentem,  saron barung dua buah, demung, gambang, seruling, siter, kecer, ketuk, kempyang, kenong, kempul dan gong suwukan. Sedang gamelan laras pelog digunakan untuk mengiringi Wayang madya dan Wayang Gedog.

  • Gamelan Pakurmatan : ada tiga jenis gamelan yakni
  1. Gamelan Monggang, di lingkungan Keraton Surakarta digunakan untuk mengiringi upacara Grebeg Mulud  dengan keluarnya Gunungan.
  2. Gamelan Carabalen : dimainkan di kalangan rumah pangeran/bangsawan pada waktu punya hajad untuk menghormat kedatangan para tamu.
  3. Gamelan Kodhokngorek, di lingkungan Keraton Surakarta digunakan pada waktu raja mengkhitankan puteranya. Di luar tembok keraton, gending kodhokngorek  itu mengiringi pada acara perkawinan, saat upacara panggih.
  • Gamelan Sekaten

Di Keraton Surakarta dan Yogyakarta  hanya dimainkan sekali setahun yaitu pada hari kelahiran Nabi Muhammad S.A.W. Sekaten ini dimainkan di halaman Mesjid Agung dari tanggal 6-12 Mulud.

  • Gamelan Gadhon

Jenis gamelan yang ricikannya hanya terdiri dari : kendang, siter, gender, slentem, gambang dan gong.Gamelan Gadhon ini digunakan untuk keperluan punya hajad climen (sederhana) seperti khitanan, lima hari kelahiran anak (sepasaran bayi), pindah rumah, ulang tahun dan sebagainya.

  • Gamelan Cokekan

Jenis gamelan yang digunakan untuk ngamen, instrumennya terdiri dari kendang, siter dan gong bumbung (gong dari kayu).

  • Gamelan Senggani (Sengganen),

Yaitu Gamelan yang dibuat dari besi dan kungingan yang berbentuk bilah dengan pencon serta ukurannya lebih kecil sehingga lebih ringan dan secara ekonomis harganya lebh murah. Instrumennya terdiri dari : bonang barung, bonang penerus, demung, saron, slentem, gong, kendang, kenong, kempul. Fungsi gamelan ini sebagai latihan karawitan di desa-desa dan untuk mengiringi tari tayub yang berpindah dari desa ke desa (ngamen).


Dibaca : 25868 Kali
Tanggal Posting :
Pengirim :