Jl. Letjen S Parman 35 Yogyakarta -  Telp : 0274- 373427 -  WhatsApp : 082137955032;081333911533 - Pin BBM : 5A21C2F7 -Email : hadisukirno@gmail.com

Artikel Terbaru
Artikel Populer
Kategori Artikel
Wayang Kulit Solo
Wayang Kulit Jogja
Wayang Golek
Wayang Klithik
Souvenir Kulit
Souvenir Kayu
Souvenir Keramik
Souvenir Logam
Souvenir Kain
Handicraft
Souvenir Custom
Souvenir Fiber
Accesories
Souvenir Gelas
Souvenir Anyaman
Gamelan
Alat Musik Tradisional
Pakaian Adat - Tari
Koleksi Hadisukirno
 
 

Ciptoning Mintaraga

Ciptoningmintaraga adalah nama yang digunakan oleh Arjuna ketika sedang bertapa di bukit Indrakila, dalam rangka meminta kepada dewa untuk diberikan senjata sakti yang akan berguna dalam perang baratayuda. Bersamaan dengan itu Suralaya kedatangan musuh dari negara Manikmantaka dengan rajanya Nirwatakawaca, yang menginginkan dewi Supraba untuk dijadikan Istrinya, namun karena keinginan itu ditolak, sehingga membuat kerusakan di Suralaya. Sang Hyang Girinata memerintah betara Endra untuk mencari bantuan kepada Arjuna yang sedang bertapa, untuk itu harus dibatalkan, dengan cara menggoda arjuna dengan tujuh bidadari yang cantik jelita. :

Ciptoningmintaraga tergolong dalam tokoh wayang morgan artinya khusus, dengan tampilan Arjuna yang sedang bertapa. Arjuna digambarkan dengan muka tumungkul, bermata liyepan, berhidung walimiring dan bermulut salitan. Ia mengurai rambut hingga batas kaki, dan memakai rembing. Badan alusan dengan posisi kaki jangkok, tangan sedakep dengan kain panjang yang melilit tubuhnya bermotif semen Jrengut. Di belakang tubuhnya digambarkan pohon besar yang sudah mulai meranggas, ada pohon menjalar yang melingkupi tubuh Arjuna. Ada penggambaran binatang ular yang melilit pohon dan binatang lainnya di dekat Arjuna duduk. Di depannya ada tempat pembakaran kemenyan dan ada pula busur panah yang diletakkan berdekatan dengan tempat duduk Arjuna. Tokoh ini ditampilkan dengan bentuk tangan irasan artinya tangan tidak dapat digerakkan, dengan pohon dan binatang disungging berwarna sesuai dengan karakter ular dan binatang lainnya dan sesuai dengan pohonnya. Namun tokoh Ciptoningmintaraga ditampilkan dengan brongsong. Ketika batara Endra berhasil membatalkan tapanya Arjuna, dan meminta agar ia mau membela Surlaya untuk membinasakan raja Manikimantaka itu. Begawan Ciptoningmintaraga menyanggupi perintah itu. Ia bersama dewu Supraba mendatangi negara Manikimantaka untuk memusnahkan prabu Nirwatakawaca. Ciptaning mintaraga berhasil mengalahkan musuh dewa itu, walau harus menggunakan siasat untuk mengetahui kelemahan Nirwatakawaca. Ciptoningmintaraga berhasil mengalahkan musuh dewa itu, walau harus menggunakan siasat untuk mengetahui kelemahan Nirwatakawaca. Keberhasilan itu membuat para dewa puas, dan saat dan memberikan kesempatan kepada Arjuna untuk menjadi raja di kaendran untuk beberapa saat dan menerima anugrah berupa pusaka srotama.

Sumber: Buku Wayang Kulit Gaya Yogyakarta


Dibaca : 37 Kali
Tanggal Posting :
Pengirim :