Jl. Letjen S Parman 35 Yogyakarta -  Telp : 0274- 373427 -  WhatsApp : 082137955032;081333911533 - Pin BBM : 5A21C2F7 -Email : hadisukirno@gmail.com

Artikel Terbaru
Artikel Populer
Kategori Artikel
Wayang Kulit Solo
Wayang Kulit Jogja
Wayang Golek
Wayang Klithik
Souvenir Kulit
Souvenir Kayu
Souvenir Keramik
Souvenir Logam
Souvenir Kain
Handicraft
Souvenir Custom
Souvenir Fiber
Accesories
Souvenir Gelas
Souvenir Anyaman
Gamelan
Alat Musik Tradisional
Pakaian Adat - Tari
Koleksi Hadisukirno
 
 

Rama Tambak

Setelah menerima laporan mengenai kekuatan musuh, Ramawijaya kemudian memerintahkan untuk segera menyerang Alengka. Namun penyerangan yang telah direncanakan itu tidak mudah untuk dilakukan, karena untuk sampai ke Negara Alengka, Rama dan pasukannya harus menyeberangi lautan (samudra ). Ramawijaya pun kemudian memerintahkan Sugriwa dan Anoman untuk membuat bendungan.

Para prajurit kera dikerahkan untuk membuat bendungan hingga ke Negara Alengka. Namun membendung Samudera Hindia memang tidak semudah yang dibayangkan, belum sampai ke Negara Alengka, bendungan itu selalu jebol hingga membuat pasukan Rama putus asa, tidak tahu apa yang harus dilakukan.

Di saat kebimbangan Ramawijaya dan prajuritnya, datanglah tamu dari Alengka, Wibisana – adik Prabu Dasamuka yang lebih memilih membelot berpihak kepada Rama. Ia mengutarakan maksudnya datang ke Pancawati yakni membantu pasukan Rama membuat bendungan sampai ke negeri Alengka.

Dengan bantuan Wibisana, pembuatan bendungan menjadi lebih cepat dan kuat. Namun, pada akhirnya hasilnya sama, jembatan itu ambrol dan hancur, hingga membuat Wibisana dicurigai sebagai mata-mata Alengka. Namun, Rama percaya kepada Wibisana, karena Wibisana pasti mengetahui seluk beluk pertahanan Alengka.

Di tengah keputusasaan Sri Rama, muncullah Hyang Baruna dewanya para ikan dan hewan laut. Baruna berjanji akan membantu dalam pembuatan bendungan. Dengan bantuan Sang Hyang Baruna, pembuatan bendungan itu akhirnya selesai.

Namun dalam perjalanan menyeberang ke Alengka, pasukan Rama dihadang oleh raksasa dari Alengka yakni Agsraba, Rahibaya, Yuyurumpung dan Rahirebata. Mereka menyerang bala tentara kera hingga menjadi kalang kabut.

Para raksasa utusan Rahwana itu akhirnya berhasil dibunuh oleh prajurit kera yang bernama Kapi Yasraba, Kapi Rekata dan Kapi Menda.

Sesudah tidak ada gangguan dari pasukan Alengka, Pasukan Pancawati dan Wibisana, melanjutkan perjalanan menuju Alengka. Mereka termasuk para kera ciptaan Dewa, seperti Cucak Rawun, Endrajanu, Bakliwinata, Baliwisata, Indrajanu, serta pasukan kera lainnya siap ke medan laga, menjemput maut  demi membela kebenaran.


Dibaca : 2476 Kali
Tanggal Posting :
Pengirim :