Jl. Letjen S Parman 35 Yogyakarta -  Telp : 0274- 373427 -  WhatsApp : 082137955032;081333911533 - Pin BBM : 5A21C2F7 -Email : hadisukirno@gmail.com

Wayang Kulit Solo
Wayang Kulit Jogja
Wayang Golek
Wayang Klithik
Souvenir Kulit
Souvenir Kayu
Souvenir Keramik
Souvenir Logam
Souvenir Kain
Handicraft
Souvenir Custom
Souvenir Fiber
Accesories
Souvenir Gelas
Souvenir Anyaman
Gamelan
Alat Musik Tradisional
Pakaian Adat - Tari
Koleksi Hadisukirno
Wayang Jogja O-U

Resi Seta Jogja


Rp.
175.000

Wayang Resi Seta Jogja Kidangan : Rp 175.000,-

Wayang kulit  Resi Seta dengan ukuran lebih kecil dengan tinggi sekitar 40 - 45 cm sudah termasuk tangkai/gapit , material dari kulit sapi dan tangkai dari tanduk kerbau.


Wayang Resi Seta Jogja Standart Pedalangan ( 27 X 75 cm)

Harga dan Kualitas Wayang :

  • Super/Alus - Wayang dari kulit kerbau, tatahan halus : Rp 1.000.000,- ( Kode Produk - 91451213 )
  • Prada - Wayang dari kulit kerbau, Lapis prada emas : Rp 1.750.000,- ( Kode Produk - 91451113 )

Gapit Wayang dari tanduk kerbau.

Resi seta adalah tokoh berwibawa, tokoh ini di tampilkan dengan wajah berwarna merah jambu (merah muda). Seta adalah panggilannya pada saat masih muda, ia adalah putra sulung dari Prabu Durgandana, yang merupakan raja dari negara Wirata dengan permaisuri Dewi Ni Yustinawati. Resi Seta memiliki  tiga orang adik kandung yang bernama Arya Utara, Arya Sangka dan Dewi Utari. Resi Seta juga merupakan putra mahkota negara Wirata dan mempunyai tempat bersemayam di Cemarasewu.

Seta bermata kedondong, berkumis dan berjenggot, berambut kadal menek (Berbentuk seperti Bengkarung manjat), bersunting waderan, berkalung bulan sabit, bergelang dua susun (gelang berbentk empat segi yang disebut gelang kana berpontoh dan berkecorong serta memakai kain kerajaan.

Seta bergelar resi karena Seta seorang ksatria yang mempunyai ilmu kependetaan yang dalam, memiliki sifat pemberani, tenang serta sabar. Resi Seta hidup sebagai ksatria wadat (tidak bersentuhan dengan lawan jenis). Resi Seta mempunyai Aji Narataka yang kemudian diturunkan kepada murid tunggalnya yang bernama Gatotkaca, dan gada pusaka yang bernama Kyai Pecatnyawa.

Pada perang Baratayuda babak permulaan, Resi Seta diangkat menjadi senopati agung Pandawa untuk menghadapi senopati agung Kurawa, yaitu Resi Bisma. Pada mulanya Resi Seta memperoleh kemenangan sehingga musuhnya terjun kesungai. namun akhirnya  ia gugur pada saat perang berikutnya, melawan Resi Bisma yang merupakan Senopati Agung dari Korawa oleh tombak pusaka Kyai Salukat milik Resi Bisma. Sebelum ia tewas, Resi Seta  berhasil mebunuh Rukmanata

Produk Terkait
Palasara Jogja
Rp.
175.000
Pamusinta Jogja
Rp.
175.000
Pancawala Jogja
Rp.
175.000
Pandu Anom Jogja
Rp.
175.000
Pandu Jogja
Rp.
175.000