Batara Endra merupakan salah satu dewa yang jumlahnya 30 puluh, ia merupakan putra sang Hyang Jaganata dengan Dewi Uma. Ia memiliki saudara bernama Sang Hyang Sambu, Sang Hyang Brama, Sang Hyang Bayu, Sang Hyang winsu dan Sang Hyang Kala Gumarang. Ia bertahta di Kaendra. Ia berhak menerima para dewa atas kuasa batara guru. Ia memiliki dua putri yaitu Dewi Tara dan Dewi Tari.
Batara Endra termasuk dalam kelompok dewa yang berkarisma memiliki kewibawaan, posisi muka tumungkul dengan mata kedelen. Hidung sembada, dan mulut salitan dengan kumis yang tipis. Ia memakai mahkota uncit (tutup kepala khusus para dewa) dengan hiasan turida, jamangsusun, sumping mangkara, uncit dengan motif bludiran, serga gelapan utah-utah walik dan rambut ngore odol. Ia mentenakan praba sebagai simbol dari kedudukannya sebagai raja (dewa). Badan dibya mengenakan sampir dengan motif bludiran, ulur-ulur naga mamongsa. Ia mentenakan pocong semeningrat dengan motif semen jrengut saling gurda dihias dengan sepasang uncal kencana . Tokoh ini memakai keris yang disimbolkan dengan bentuk manggaran. Atribut yg lain memakai kelatbahu naga pangangrang, gelang calumpringan dan memakai keroncong. Tokoh ini ditampilkan dengan muka berwarna jambon (merah muda) dengan badan gembleng atau muka dan badannya gembleng.
Batara Endra memiliki berbagai tugas sebagai wakil raja dewa, salah satunya adalah memberi pertimbangan jika Sang Hyang Jagatnata akan memberikan anugrah kepada manusia di Arcapada.