Jl. Letjen S Parman 35 Yogyakarta -  Telp : 0274- 373427 -  WhatsApp : 082137955032;081333911533 - Pin BBM : 5A21C2F7 -Email : hadisukirno@gmail.com

Artikel Terbaru
Artikel Populer
Kategori Artikel
Wayang Kulit Solo
Wayang Kulit Jogja
Wayang Golek
Wayang Klithik
Souvenir Kulit
Souvenir Kayu
Souvenir Keramik
Souvenir Logam
Souvenir Kain
Handicraft
Souvenir Custom
Souvenir Fiber
Accesories
Souvenir Gelas
Souvenir Anyaman
Gamelan
Alat Musik Tradisional
Pakaian Adat - Tari
Koleksi Hadisukirno
 
 

Dewi Dewaki

Dalam pewayangan lebih sering disebut Dewi Mahendra adalah salah satu dari tiga istri Prabu Basudewa, raja Mandura. Dari perkawinan ini Dewi Mahendra mempunyai dua anak kembar, yang satu berkulit bule, putih sedangkan yang lain berkulit hitam. Anak-anak itu diberi nama Kakasrana dan Narayana. Kelak, kedua anak kembar ini lebih dikenal dengan sebutan Prabu Baladewa dan Prabu Kresna.

Namun versi pewayangan lainnya menyebutkan perkawinan Dewi Dewaki dan Prabu Basudewa tidak membuahkan anak. Menurut versi ini, Kakrasana, narayana dan Bratajaya, ketiganya dilahirkan oleh Dewi Badraini. Karena tidak mempunyai anak Dewi Dewaki memungut Dewi Larasati, bayi yang dilahirkan oleh seorang dayang istana bernama Ken Sayudya sebagai anaknya.

Menurut Kitab Hariwangsa yang merupakan lampiran Mahabarata. Dewi Dewaki adalah adik Kangsa. Ayah mereka adalah Ugrasena, raja Matura (Mandura).

Perkawainan Dewi Dewaki dengan Basudewa (Wasudewa) membuahkan delapan orang anak tetapi enam diantaranya dibunuh Kangsa begitu dilahirkan. Hanya bayi yang ketujuh dan kedalapan yakni Baladewa dan Kresna yang selamat.

Dalam kitab itu Basudewa bukan raja Mandura. Yang menjadi raja di Mandura adalah Ugrasena. Namun, kekauasaan Ugrasena kemudian diambil alih oleh Kangsa, anaknya sendiri, Ugrasena dipenjarakan.

Ketika Kangsa diberitahu Batara Narada bahwa kelak ia akan mati terbunuh oleh anak Dewi Dewaki, Kangsa segera memenjarakan Dewaki dan suaminya, Basudewa. Padahal waktu itu mereka baru saja menikah.

Untuk mencegah jangan sampai ramalan Batara Narada itu terlaksana, setiap kalai Dewi Dewaki melahirkan di dalam penjara, Kangsa merampas bayinya dan membunuhnya. Begitu berulang kali, sampai pada kelahiran yang keenam. Namun, waktu bayi ketujuh hendak dilahirkan, Dewi Nendra, seorang dewi yang bertugas menimbulkan rasa ngantuk pada manusia, datang menolong. Dewi Nendra membuat  tidur lelap semua orang di Mandura, termasuk Kangsa. Dewi itu menitipkannya pada Dewi Rohini, istri Basudewa yang lain. Dengan demikian Kangsa mengira bayi ketujuh yang kemudian diberi nama Baladewa itu adalah anak Dewi Rohini.

Pada kelahiran anaknya yang kedelapan, Basudewa berhasil menyelundupkan anaknya keluar penjara dan menitipkannya pada Yasoda, seorang istri penggembala bernama Gopa. Bayi ini diberi nama Kresna dan kelak setelah dewasa membunuh Kangsa.


Dibaca : 3777 Kali
Tanggal Posting :
Pengirim :