Indrajit adalah putra Rahwana, raja bangsa Rakshasa dari Kerajaan Alengka. Ibunya bernama Mandodari putri Asura Maya. Sewaktu lahir, Indrajit diberi nama Megananda karena tangisan pertamanya diiringi suara petir menggelegar, pertanda kelak ia akan tumbuh menjadi seorang kesatria besar. Ketika dewasa, Megananda pernah membantu ayahnya bertempur melawan para dewa kahyangan. Dalam pertempuran itu, Megananda berhasil menangkap dan menawan Indra, raja para dewa. Dewa Brahma muncul melerai. Indra pun dibebaskan oleh Megananda. Sebagai gantinya ia mendapatkan pusaka ampuh dari Brahma bernama Brahmasta. Brahma juga memberikan julukan Indrajit kepada Megananda yang bermakna "Penakluk Indra". Perang besar di Alengka meletus karena ulah Rahwana menculik Sinta istri Sri Rahma. Rama bekerja sama dengan bangsa Wanara yang dipimpin Sugriwa menyerbu istana Alengka. Satu per satu panglima Alengka terbunuh. Indrajit tampil sebagai andalan ayahnya. Ia bertarung melawan seorang Wanara muda bernama Anggada putra Subali. Anggada berhasil menghancurkan kereta Indrajit sehingga pasukannya pun bersorak "Jaya Anggada! Jaya anggada".
Indrajit yang sangat malu mengerahkan pusaka Nagapasa yang mampu mengeluarkan ribuan ular berbisa. Rama dan roboh tak berdaya dililit ular-ular tersebut. Sewaktu para Wanara berduka karena kehilangan pemimpin mereka, tiba-tiba muncul Garuda mengusir ular-ular yang melilit kakak-beradik tersebut. Kebangkitan Rama dan Laksmana membuat pertempuran berlanjut. panglima-panglima Alengka semakin banyak yang tewas. Akhirnya hanya tinggal Indrajit yang menjadi andalan Rahwana. Ia melepaskan pusaka Brahmasta mengenai Laksmana sehingga roboh sekarat.