Kawah Candradimuka adalah kawah yang terdapat di dalam kahyangan. Di Kawah Candradimuka itulah jabang bayi Tetuka, anak Bima pernah digembleng oleh Betara Empu Anggajali, sehingga bayi itu menjadi ksatria perkasa yang kemdudian lebih dikenal dengan nama Gatotkaca. Kesaktian yang dimiliki Gatotkaca berkat gemblengan di Kawah Candradimuka menyebabkan anak Bima itu sanggup mengalahkan musuh para dewa.
Selain Gatotkaca, seorang Anak Arjuna yang bernama Bambang Wisanggeni, sewaktu masih bayi juga pernah dimasukkan ke Kawah Candradimuka oleh Dewasrani dengan maksud untuk membunuhnya. Namun, Wisanggeni bukan mati melainkan justru menjadi ksatria yang mahasakti.
Menurut pedalangan gagrak Jawatimuran, Sitija yakni Bima Narakasura semasa kanak-kanak juga pernah dimasukkan ke dalam Kawah Candradimuka, tetapi ternyata ia tetap hidup dan makin sakti.
Putra Sang Hyang Antaboga, yaitu Bambang Nagatatmala juga pernah dimasukkan ke dalam Kawah Candradimuka. Ia memang dihukum mati oleh Betara Guru, karena kepergok berkasih-kasihan dengan Dewi Mumpuni, istri Betara Yamadipati. Berbeda dengan Gatotkaca, Wisanggeni dan Sitija, akibat panasnya kawah itu, Nagatatmala mati. Namun akhirnya Nagatatmala dapat dihidupkan kembali oleh Dewi Supreti, ibunya.
Lava yang keluar dari kawah Candradimuka disebut Endut Blegedaba, yang menurut Ki Dalang, panasnya setara dengan tujuh kali panas api.