Souvenir keramik menjadi salah satu kerajinan souvenir yang diminati calon pengantin untuk dijadikan souvenir pernikahan mereka. Selain harganya realatif murah, souvenir dari bahan tanah liat ini pun ramah lingkungan dan banyak pilihan jenisnya, seperti asbak, tempat lilin, tempat sabun, hiasan meja, tempat pensil, empat kartu nama dan masih banyak lainnya.
Souvenir dari bahan tanah liat ini, di daerah Yogyakarta, pembuatannya masih dengan cara tradisional. Proses pembuatan souvenir gerabah kurang lebih sebagai berikut ;
Tanah liat yang sudah digiling dan siap digunakan, selanjutnya dibentuk sesuai dengan model souvenir yang diinginkan. Proses pembentukannya bisa menggunakan cetakan langsung dan menggunakan alat pemutar. Namun sebagain besar souvenir keramik dibuat dengan cetakan.
Setelah tanah terbentuk sesuai keinginan, proses selanjutnya adalah pengeringan. Souvenir-souvenir setengah jadi itu dijemur di bawah terik matahari hingga menjadi keras dan benar-benar kering.
Setelah souvenir benar-benar kering, selanjutnya souvenir-souvenir tersebut dikumpulkan dalam suatu tempat/tungku pembakaran. Souvenir dari tanah liat itu dibakar selama beberapa jam, hingga benar-benar mengeras. Tujuan dari proses ini adalah agar gerabah tidak mudah pecah. Bahan bakar gerabah-gerabah itu dari jerami kering, daun kepala kering dan juga kayu bakar. Proses pembakaran jangan sampai terlalu lama karena gerabah akan menjadi terlalu keras dan menjadi pecah-pecah.
Gerabah yang telah dibakar dan mengeras, selanjutnya adalah proses pewarnaan/pengecatan. Souvenir di cat sesuai keinginan dan permintaan si calon pengantin kemudian didiamkan hingga kering.
Setelah souvenir keramik yang telah dicat bener-benar kering, souvenir siap dikemas/dipacking agar tampilannya lebih bagus dan menarik.