Jl. Letjen S Parman 35 Yogyakarta -  Telp : 0274- 373427 -  WhatsApp : 082137955032;081333911533 - Pin BBM : 5A21C2F7 -Email : hadisukirno@gmail.com

Artikel Terbaru
Artikel Populer
Kategori Artikel
Wayang Kulit Solo
Wayang Kulit Jogja
Wayang Golek
Wayang Klithik
Souvenir Kulit
Souvenir Kayu
Souvenir Keramik
Souvenir Logam
Souvenir Kain
Handicraft
Souvenir Custom
Souvenir Fiber
Accesories
Souvenir Gelas
Souvenir Anyaman
Gamelan
Alat Musik Tradisional
Pakaian Adat - Tari
Koleksi Hadisukirno
 
 

Prabu Gorawangsa

Raja raksasa dari kerajaan Guwabarong, berhasil menyusup ke Istana Mandura dan merayu salah seorang istri Prabu Basudewa. Sudah lama raja sakti itu ingin bercengkerama dengan Dewi Maerah, istri raja Mandura, kesempatan itu terbuka ketika ia tahu Prabu Basudewa pergi berburu kidang kencana bersama dengan adik-adinya, Haryaprabu Rukma dan Ugrasena.

Prabu Gorawangsa pergi ke keraton Mandura dan dengan kesaktian yang dimilikinya. I amengubah ujudnya menjadi serupa dengan Prabu Basudewa. Dengan mudah Prabu Basudewa palsu itu menemui Dewi Maerah dan merayunya. Tanpa curiga, sang Dewi melayani Basudewa palsu itu memadu kasih.

Sementara itu di tengah hutan Prabu Basudewa mendapat firasat buruk. Raja Mandura itu menduga, sesuatu yang buruk sedang terjadi di Keraton Mandura. Ia segera menyuruh adiknya, Haryaprabu Rukma segera kembali ke keraton untuk melihat keadaan.

Namun, ketika Haryaprabu sampai ke keraton Mandura, ia menyaksikan Prabu Basudewa telah lebih dulu berada di istana, bahkan berasyik masyuk dengan Dewi Maerah.

Terjadilah pertengkaran yang dilanjutkan dengan perkelahian antara Haryaprabu dan Prabu Basudewa (palsu). Pada saat perang tanding itulah terbuka kedok Prabu basudewa palsu, yang ternyata Gorawangsa. Karena tidak siap menghadapi perkelahian,Prabu Gorawangsa kewalahan dan akhirnya melarikan diri.

Skandal ini dilaporkan kepada Prabu Basudewa. Raja Mandura itu memberikan keputusan tegas. Haryaprabu Rukma diperintahkan membawa Dewi Maerah  ke hutan dan membunuhnya. Namun sesampainya di hutan, Dewi Maerah memberitahu bahwa ia dalam keadaan mengandung. Bila Haryaprabu Rukma tidak berkeberatan Dewi Maerah minta kebijaksanaan agar ia dibolehkan melahirkan bayi yang dikandungnya lebih dulu, sebelum menjalani hukuman mati. Oleh Haryaprabu Rukma, permohonan itu dikabulkan dan bayi yang kemudian dilahirkan diberi nama Kangsa.

Sementara itu, dalam pelariannya dari Kerajaan Mandura, secara kebetulan Prabu Gorawangsa berpapasan dengan Prabu Pandu Dewanata. Raja Astina ini curiga melihat raja raksasa itu. Kemudian hendak menghentikan Gorawangsa, tetapi raja Gowabarong itu menolak. Gorawangsa mengira Pandu Dewanata adalah orang Mandura yang sengaja memburunya. Terjadilah perkelahian di antara keduanya dan Gorawangsa terbunuh.

Tokoh Prabu Gorawangsa hanya terdapat dalam pewayangan di Indonesia. Dalam Mahabarata tidak disebut-sebut adanya Gorawangsa, karena Kangsa menurut kitab Mahabarata adalah anak Ugrasena.


Sumber : Ensiklopedi Wayang Indonesia


Dibaca : 3228 Kali
Tanggal Posting :
Pengirim :