Jl. Letjen S Parman 35 Yogyakarta -  Telp : 0274- 373427 -  WhatsApp : 082137955032;081333911533 - Pin BBM : 5A21C2F7 -Email : hadisukirno@gmail.com

Artikel Terbaru
Artikel Populer
Kategori Artikel
Wayang Kulit Solo
Wayang Kulit Jogja
Wayang Golek
Wayang Klithik
Souvenir Kulit
Souvenir Kayu
Souvenir Keramik
Souvenir Logam
Souvenir Kain
Handicraft
Souvenir Custom
Souvenir Fiber
Accesories
Souvenir Gelas
Souvenir Anyaman
Gamelan
Alat Musik Tradisional
Pakaian Adat - Tari
Koleksi Hadisukirno
 
 

Resi Gotama

Ia adalah ayah dari Subali, Sugriwa dan Dewi Anjani. Istrinya bidadari cantik bernama Dewi Indradi atau Windradi. Gotama sebenarnya adalah anak sulung Prabu Heriya, pendiri kerajaan Maespati. Namun ia menolak mewarisi takhta, karena lebih suka hidup sebagai pertapa. Adiknya, Kartawirya, kemudian menjadi raja di Maespati.

Untuk mengejar keutamaan (Kautaman - Bhs. Jawa) Resi Gotama mendirikan pertapaan di Gunung Sukendra. Pertapaan itu disebut Grastina. Ketekunannya bertapa menyebabkan Resi Gotama amat sakti. Kata-katanya bertuah, segala apa yang dikatakannya dapat terjadi. Namun, karena ketekunannnya bertapa itu, istrinya menjadi kesepian dan kemudian menyeleweng. Untuk mengobati kesepian hatinya, Dewi Indradi berbuat serong dengan Dewa Surya. Anak-anak mereka juga kurang terdidik dengan baik.

Suatu saat Resi Gotama mengetahui penyelewengan yang dilakukan istrinya. Hal itu disebabkan karena Dewi Anjani dan adik-adiknya memperebutkan Cupu Manik Astagina, sebuha alat untuk menikmati pemandangan alam dunia.

Benda itu berasal dari pemberian Batara Surya pada Dewi Indradi., sesudah mereka berkasih-kasihan. Keribuatan anak-anak itu menyebabkan Resi Gotama mengusut asal-usul Cupu Manik Astagina. Namun, Indradi mencoba merahasiakannya asal-usul benda itu dan tetap bungkam sewaktu suaminya menanyakannya.

Karena kesal, Cupu Manik Astagina lalu dibuang oleh Resi Gotama sehingga jatuh di Telaga Sumala.

Kedua anaknya yang laki-laki mengejar Cupu Manik Astagina, berubah ujud menjadi kera sewaktu mereka terjun ke telaga dan menyelam mencari cupu itu.

Sementara itu, Dewi Anjani yang mencuci muka dengan Air Telaga Sumala, wajahnya berubah menjadi kera,setelah berubah ujud, dengan penuh penyesalan, ketiga anak itu menghadap Resi Gotama dan mohon agar dicarikan uapaya sehingga mereka pulih kembali menjadi manusia. Namun, Resi Gotama mengatakan, itu sudah menjadi takdir mereka.

Dewi Indradi tetap saja bungkam menyaksikan peristiwa itu, sehingga suaminya murka. Resi Gotama mengutuk Dewi Indradi menjadi tugu, sedangkan anak-anaknya yang berusaha mencari Cupu Manik Astagina, akhirnya berubah ujud menjadi kera. Kelak di kemudian hari, tugu jelmaan Dewi Indradi digunakan Anggada sebagai gada untuk menghancurkan kepala Patih Prahasta dari Alengka. Saat itu pula Dewi Indradi yang semula berujud tugu berubah kembali ke dalam ujud aslinya dan kembali ke kahyangan.

Menurut versi pedalangan gagrak Jawatimuran, kisah Resi Gotama agak berbeda.

Menurut versi ini, Resi Gotama beristrikan Dewi Cani, bukan Dewi Indradi.

Suatu saat Resi Gotama berselisih dengan Gajah Endra  yang menginginkan Dewi Cani menjadi istrinya. Mereka berperang tanding sampai belasan tahun lamanya, karena masing-masing sangat sakti, tidak ada yang kalah dan tidak pula ada yang menang.

Sewaktu mereka sedang seru berkelahi, datang dua remaja yang langsung ikut dalam pertempuran itu membela Resi Gotama. Keduanya berhasil membunuh Prabu Gajah Endra.

Setelah lawannya mati, kedua remaja itu mengaku sebagai anak Resi Gotama, Resi Gotama tidak percaya karena sejak kawin, ia belum sempat menggauli istrinya.

Menurut versi Jawatimuran, Subali dan Sugriwa atau Guwarsa dan Guwarsi bukan anak kandung Resi Gotama.

Sebagai resi, Gotama mempunyai dua murid yang juga terkenal dalam pewayangan. Mereka adalah Jembawan dan Putut Menda yang juga berubah ujud menjadi kera.
Karena kesaktian yang dimilikinya, Resi Gotama tidak meninggal, melainkan moksa langsung pindah ke kahyangan.

Resi Gotama adalah putra bungsu Prabu Heriya. Ia mempunyai kakak bernama Kartawirya, yang kemudian menjadi raja di Maespati. Raja Maespati yang terkenal, Arjuna Sasrabahu adalah keponakannya.


Sumber : Ensiklopedi Wayang Indonesia


Dibaca : 10733 Kali
Tanggal Posting :
Pengirim :