Kematian Gatotkaca meninggalkan luka yang mendalam bagi Pandawa, semangat tempur mereka menjadi hilang, Bima yang merupakan ayah Gatotkaca mengamuk sembari mengusap air mata, sedangkan Arimbi yang merupakan ibu dari Gatotkaca kehilangan semangat hidup dan menyatakan ingin ikut serta anaknya dengan cara membakar diri di api yang digunakan untuk membakar jasad Gatotkaca.
Kematian Gatotkaca disebabkan oleh senjata yang dimiliki oleh Karna yaitu berupa panah Kuntowijayadanu milik Basukarna. Panah Kuntawijayadanu terpaksa digunakan Karna untuk melumpuhkan Gatotkaca karena Gatotkaca tidak bisa dilumpuhkan dengan senjata lain. Panah Kuntawijayadanu ini merupakan pusaka yang diberikan oleh Batara Guru kepada Arjuna untuk memotong tali ari-ari Jabang Tetuko ( Bayi Gatotkaca ), namun waktu penyerahan panah Kuntawijayadanu Batara Narada salah memberikannya kepada Karna.
Gatotkaca merupakan ksatria yang masih memiliki garis keturunan dari raksasa. Ibunya Arimbi, adalah puteri dari seorang raja bangsa raksasa. Kesaktian yang dimiliki Gatotkaca membuat pasukan Kurawa kewalahan. Akhirnya, Duryudana dalam keadaan terdesak, meminta Karna untuk menggunakan pusaka saktinya yaitu Kuntawijayadanu untuk melumpuhkan Gatotkaca.Pada awalnya Karna menolak permintaan Duryudana, karena senjata itu hanya bisa digunakan satu kali, dan Karna ingin menggunakan senjata itu ketika melawan Arjuna. Namun karena terus didesak oleh Duryudana dan melihat Gatotkaca yang tidak bisa dikendalikan, akhirnya Karna mengeluarkan pusaka Kuntawijayadanu untuk membunuh Gatotkaca.
Sebelum Gatotkaca meninggal dan tubuhnya jatuh kebumi, Gatotkaca membesarkan tubuhnya yang kemudian jatuh mengenai pasukan Kurawa, yang merenggut banyak korban dari pihak Kurawa.