Jl. Letjen S Parman 35 Yogyakarta -  Telp : 0274- 373427 -  WhatsApp : 082137955032;081333911533 - Pin BBM : 5A21C2F7 -Email : hadisukirno@gmail.com

Artikel Terbaru
Artikel Populer
Kategori Artikel
Wayang Kulit Solo
Wayang Kulit Jogja
Wayang Golek
Wayang Klithik
Souvenir Kulit
Souvenir Kayu
Souvenir Keramik
Souvenir Logam
Souvenir Kain
Handicraft
Souvenir Custom
Souvenir Fiber
Accesories
Souvenir Gelas
Souvenir Anyaman
Gamelan
Alat Musik Tradisional
Pakaian Adat - Tari
Koleksi Hadisukirno
 
 

Lahirnya Werkudara

Raden werkudara atau Bima merupakan putra kedua dari Dewi Kunti dan Prabu Pandudewanata. Ia dikenal sebagai ksatria Pandawa yang pemberani dan paling kuat. Werkudara memiliki perawakan besar. Werkudara merupakan titisan Betara Bayu.

Pada saat lahirnya Werkudara terbungkus, tubuhnya diselimuti oleh selaput tipis, namun selaput tersebut tidak mampu dirobek oleh senjata apapun. Hal ini tentu membuat Dewi Kunti dan Prabu Pandudewanata sangat sedih. Atas anjuran dari Begawan Abiyasa, Prabu Pandudewanata membuang bayi Werkudara kehutan Mandalasara.

Setelah delapan tahun, selaput tipis yang membungkus tubuh Werkudara tidak kunjung robek dan mulai berguling-guling kesana kemari hingga hutan yang dahulunya rimbun menjadi rata dengan tanah. Hal ini membuat penghuni hutan menjadi terganggu tak terkecuali para Jin. Batari Durga yang merupakan pemimpin mahluk halus, melapor kepada Batara Guru yang merupakan pemimpin para Dewa. Batara Guru akhirnya memerintahkan Batara Bayu, Batari Durga dan Gajah Sena serta diiringi Batara Narada untuk turun ke Bumi dan merobek selaput yang menutupi tubuh Werkudara.

Sebelum selaput tipis yang menutupi tubuh Werkudara dirobek, terlebih dahulu Batari Durga masuk kedalam selaput yang membungkus tubuh Werkudara. Betari Durga memberi sang bayi  pakaian berupa kain Poleng Bintulu, Gelang Candrakirana, Kalung Nagabanda, Pupuk Jarot Asem dan Sumping Surengpati. Setelah semua pakaian dikenakan kepada Werkudara, Batari Durga Keluar dari selaput yang membungkus tubuh Werkudara. Kemudian giliran Gajah Sena merobek selaput yang membungkus tubuh Werkudara dengan cara menabrak, menusuk selaput dengan gadingnya dan menginjak-injak, hingga akhirnya bayi tersebut keluar dari selaput yang membungkus tubuhnya.


Dibaca : 13973 Kali
Tanggal Posting :
Pengirim :