Resi Seta Jogja

RESI SETA adalah putra sulung Prabu Matswapati/ Durgandana, raja negara Wirata dengan permaisuri Dewi Ni Yustinawati/Rekatawati, putri angkat Resi Palasara dengan Dewi Durgandini. Seta mempunyai tiga orang adik kandung masing-masing bernama ; Arya Utara, Arya Sangka/Wratsangka dan Dewi Utari. Seta adalah putra mahkota negara Wirata, dan mempunyai tempat bersemayam di Cemarasewu.
Seta bergelar Resi karena seorang kesatria yang mempunyai ilmu kependetaan yang dalam. Seta mempunyai Aji Narataka/Narantaka yang kemudian diturunkan kepada murid tunggalnya Gatotkaca, dan gada pusaka bernama Kyai Pecatnyawa. Seta hidup sebagai kesatria wadat (tidak bersentuhan dengan lain jenis). Seta terjun ke kancah perang Bharatayuda sebagai senapati Agung Pandawa yang pertama, melawan Resi Bisma senapati Agung Kurawa. Seta gugur oleh tombak pusaka Kyai Salukat milik Resi Bisma.
Raden Seta putra sulung Prabu Matswapati , raja negara Wirata. Seta berarti putih dan memang Raden Seta berkulit putih. Seta seorang yang berani dan sakti. Pada waktu negara Pancalaretna perlombaan adu kesaktian melawan putra raja negara tersebut, Bambang Malangdewa, Raden Seta ikut masuk ke dalam gelanggang dan mengalahkan Malangdewa. Sebagai hadiah Raden Seta mendapat putri raja, bernama Dewi Kanekawati.
Dibaca : 1687 Kali
Tanggal Posting : Selasa, 20 Oktober 2020
Pengirim : admin